Indomie & Eksistensinya dibelakangnya
| indomie.com |
Supermi
Desember 1968 dengan Eka Wijaya & Sjarif Jadil dibantu oleh pemegang saham utama, Sankyo Shokuhin, akhirnya PT Limasatu Sankyo Industri Pangan didirikan. Perusahan patungan tersebut menggagas sebuah produk anyar yang sebelumnya belum pernah diperdagangkan di Indonesia.
Satu tahun setelah izin operasional didapatkan, Berbagai persiapan segera dilakukan. Mulai dari membeli pabrik, mengimpor mesin dari Jepang, sampai perekrutan 73 orang tenaga kerja. Pada akhirnya Juli 1969 adalah waktunya peresmian, Produknya bernama Super Mie atau bisa disebut Supermi adalah pionir mie instan kemasan pertama mulai diperjualbelikan di pasar Indonesia.
Dengan kapasitas produksi 50 ribu bungkus per-hari, Supermi mulai eksis melanggeng di pasaran, menghadirkan dirinya menjadi pusat perhatian bagi peminat mie pada masanya. Tahun 1970, Supermi mulai diekspor ke luar negeri. Hal tersebut memberikan gairah baru bagi PT Limasatu, Nikmat dari memonopoli pasar.
Indomie
Kesenangan hanya sementara. Setelah Indomie menyerang di pasaran, Nikmat itu menjadi sulit dijumpai. Tahun 1972 PT Djangkar Djati dengan anak perusahaannya PT Sanmaru memperkenalkan publik dengan brand baru mereka: INDOMIE (Indonesia Mie). Djajadi Djaja masuk meramaikan pasar yang tadinya sepi kompetitor tersebut.
Dengan cepat Indomie menjadi brand mie instan yang digemari masyarakat. Tingkat kepopulerannya benar - benar memperburuk suasana Supermi. Tahun 1980an ekspor mulai gencar dilakukan Indomie, diwaktu yang sama setelah mereka merilis sajian rasa baru, Indomie - Indomie mereka juga sudah menapaki negara lain. Dari mulai negara tetangga, yakni Brunei, Singapura, Malaysia, sampai ke daratan Eropa, Australia dan Amerika Serikat.
Indomie tidak hanyak menjadi makanan, namun "Indonesia Mie" adalah daya tarik yang hebat. Nama besarnya menjelma sebagai ikon autentik milik Indonesia. Ketika berbicara mie orang Indonesia maka tertuju pada Indomie. Nyatanya inspirasi dari Merk Indomie Mie Goreng yang terkenal itu, pun berasal dari makanan Mie Goreng tradisional ala Indonesia saat itu.
Sarimi
Salim Group adalah induk usaha dari PT Bogasari. Semenjak didirikannya pada tahun 1968, dibawah naungan Soedono Salim, PT Bogasari menjadi raksasa industri bahan makanan terbesar di Indonesia dengan produk utamanya, Terigu.
Salim Group mulai merambah kemana - mana, sehingga seiring waktu anak - anak perusahaan baru, pun dibentuk, Indocement Tunggal Perkasa adalah salah satunya. Lalu tidak lama kemudian memasuki bisnis mie instan, menantang Indomie & Supermi dengan menciptakan brand baru, Sarimi.
Posisi Bisnis Salim begitu superior pada masanya. Tak ayal bukan hal yang sulit menguatkan eksistensi Sarimi di pasaran. Setelah penolakan yang dilayangkan oleh Djajadi Djaja yang tidak menginginkan brand Indomie miliknya dibeli Salim. Salim Group dengan gencar memusatkan promosinya sampai - sampai dapat menguasai 40% pangsa pasar mie instan saat itu.
Rumah Baru 'Mereka'
Ambisi Salim tidak hanya sebatas itu. Ketertarikan Salim kepada Indomie dalam waktu singkat, selain membuat Djajadi Djaja sepakat mendirikan PT Indofood Interna Corporation di tahun 1984. 2 tahun kemudian, Supermi, pun diambil alih kepemilikannya. Lalu tidak hanya itu. Tahun 1992 menjadi tahun terakhir Djajadi Djaja memiliki saham dalam perusahaan itu,
PT Indofood Interna Corporation & PT Sanmaru Food yang tadinya terpisah, akhirnya bergabung sekaligus mengganti namanya menjadi PT Indofood Sukses Makmur. Dibawah kekuasaannya Indomie tumbuh menjadi Brand mie instan terpopuler No. 1 di Indonesia. Pabrik yang tadinya hanya di Indonesia, akhirnya mulai bermunculan di luar negeri, seperti Negeria & Arab Saudi.
Brand Indomie selalu menjadi pilihan bagi setiap penggiat mie instan di Indonesia. Selain harganya yang murah & rasanya yang variatif. Namun lebih dari itu adalah Slogannya "Indomie Seleraku" yang sulit dilupakan ini adalah daya tarik yang luar biasa memikat.
Persaingan bisnis adalah hal yang tidak dapat dihindari. Perjalanan Indomie adalah sedikit contoh yang menggambarkan kompetisi itu terjadi. Menjadi yang terkuat di pasar belum tentu yang juga mendapat hadiah utamanya. Kekuatan brand Indomie, adalah hadiah yang tak tergantikan bagi sebuah perusahaan namun menjadi rentan disisi lainnya.
50 Varian Produk Indomie
Komentar
Posting Komentar