Kenapa Susunan QWERTY Selalu Ada Pada Setiap Keyboard Saat Ini?

 

Photo by Ilya Klimenko from Pexels

Sering dijumpai pada kehidupan sehari - hari, sebagai pendamping dalam setiap aktivitas produktif, Komputer/Gadget/Laptop adalah alat yang begitu berguna. Entri & pengolahan data, penyimpanan, hiburan, dan masih banyak hal lain yang bisa dilakukan perangkat satu ini. 

Bicara Komputer/Gadget/Laptop, membuat kamu juga bisa mengenal perangkat pendukung yang mengakuisisi bagian pada perangkat utamanya baik itu terinclude secara eksternal maupun internal. Pada komputer, ada mouse, keyboard, speaker, adaptor dan semacamnya. Pada Gadget muncul Earphone/Airpods/jenis lain dengan nama lainnya. Semua ini memberikan fitur masing - masing.

Apakah kamu sadar? jika sedari komputer pertama yang pernah kamu mainkan sampai saat ini, tata letak keyboard dalam setiap perangkat sama saja, yakni QWERTY. Soal definisi sendiri keyboard merupakan perangkat inputan yang berisi huruf, angka, simbol dan fungsi control tertentu. Walaupun begitu, tata letak standar dalam keyboard ini hampir selalu sama pada setiap perangkat, baik itu sebagai perangkat eksternal ataupun perangkat lunak dalam sistem operasi. 

Karena ini menarik. sepertinya kamu perlu mengetahuinya. Kenapa sih tata letak keyboard selalu sama?

Christopher Latham Sholes

Mundur - mundur dan terus mundur. Mari gunakan mesin waktu dan kembali menuju 3 abad sebelumnya. Tahun 1714, Oleh Henry Mill mesin tik pertama di dunia hadir membatu produktivitas pada masanya. Walaupun pertamanya tidak ada yang memperkirakan bahwa mesin tersebut akan bertransisi menjadi sebuah alat tik, Paten No. 395 cukup membantu dalam menyalin rangkaian huruf dengan rapih.

Bergulirnya waktu, perkembangan mesin tik sebenarnya muali pesat pada awal Abad ke-19. Tidak jarang ini menjadi alat yang mempermudah kaum tunanetra agar mereka dapat membuat/menuliskan sepucuk surat. Contohnya mungkin perkins,

Sholes juga tertarik dengan keberadaan mesin tik. Sebagai pekerja yang berkerja di penerbit surat kabar dan juga sebagai politikus. Sholes tidak bisa melepaskan kehidupannya dari bayang - bayang administrasi & surat - menyurat. 

Sholes mulai menginginkan model baru untuk mesin tiknya. Tujuan awalnya adalah menomori halaman buku, tiket, dan sebagainya. Walaupun sempat gagal, dia tetap mencobanya. Di Toko mesin Milwaukee, bersama dengan Samuel W Soele, pada akhirnya mereka berhasil mematenkan mesin penomoran di Tahun 1866.

Proyek mesin tik terus dilakukan. Bersama mitra baru, Carlos Glidden, pembiayaan menjadi lebih diringankan. 

  3 5 7 9 NOPQRSTUVWXYZ
 2 4 6 8 . ABCDEFGHIJKLM

Mereka bertiga terinspirasi membuat tata letak huruf diatas berdasarkan frasa "piano sastra"

Setelah beberapa pengembangan, baru di tahun 1873 keyboard dengan tata letak QWERTY diperkenalkan. Kombinasi hurufnya dibuat sedemikian rupa agar dapat mempermudahkan dalam mengatasi kemacetan pada penekanan tombol. konsep ini yang kemudian di sempurnakan oleh Sholes.

George Iles (1912) Penemu Amerika Terkemuka , Henry Holt & Co., New York, AS, hal.328 

Ragam Tata Letak Keyboard

  • QWERTY


  • AZERTY


  • COLEMAK


  • DVORAK


  • QWERTZ


  • BÉPO


  • PLOVER


  • NEO

DI INDONESIA


mesin tik Douwes Dekker

Pekermbangan tata letak di Indonesia tidak lepas dari pengaruh keberadaan Belanda di Indonesia pada saat masa sebelum kemerdekaan. Banyak peralatan, teknologi, maupun infrastruktur yang berbarengan hadir akibat pembauran.

Pada tahuun1973 setelah peresmian standarisasi QWERTY sebagai tata letak keyboard yang diakui di mata Internasional oleh ISO. Peredaran mesin tik dengan tata letak ini sudah tidak dibendung lagi. Jika melihat di Indonesia yang memang sudah sedari dulu mengadopsi teknologi masa kolonial dahulu. Perallihan kepada tata letak keyboard yang lain menjadi hal yang jarang dilakukan.

Mulai dari Mesin tik, Komputer, Gadget. Seiring waktu pun tetap menggunakan tata letak keyboard berbasis QWERTY. Selalin dari pada itu, nyatanya tata letak keyboard seperti AZERTY yang relavan dengan bahasa latin dan QWERTZ yang cocok digunakan pada pengetikan bahasa jerman. Semuanya memliki fungsi yang sama untuk memudahkan dalam mengetik, meminimalisir kesalahan, dan memberikan kenyamanan sesuai dengan relavansinya dengan keadaan/bahasa tertentu.

Untuk kedepannya, tidak menutup kemngkinan  adanya perubahan atau perkembangan lagi. Karena selama manusia cenderung untuk mencari kepada hal - hal yang lebih mudah dilakukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indomie & Eksistensinya dibelakangnya

Doraemon: The Timeless Tale of a Robotic Cat Companion

Suhail & Sahal, serta Hubungannya dengan Pendirian Masjid Nabawi