J.R.R. Toelkin & Darimanakah Fantasi ini Berasal?

  


Awal Mula

Berasal dari ketidaklogikaan, sebuah genre yang erat kaitannya dengan pengkhayalan kepada suatu yang sudah dipastikan ketidaknyataannya. ketertarikan yang dalam terhadap fantasi membuat sebagian orang merasa terbantu karena dapat memberikan sebuah sentuhan lembut kepada mereka yang mulai bosan dengan realitas absolut yang tidak menarik.

Fantasi merupakan pembendaharaan kata yang berasal dari bahasa inggris "fantasy" yang juga dalam perancis kuno memiliki pengertiaan yang sama dari kata "phantasie" yang berarti imajinasi/khayalan. Dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh salah satu mahasiswa universitas Kanada yang berjudul A Brief History of Fantasy, sang penulis, Ellen berpendapat bahwa genre fantasi adalah kreasi penulisan yang sudah ada sejak zaman mitologi kuno di Yunani yang pada awalnya bertujuan untuk menjelaskan fenomena alam.

wikipedia
wikipedia/beowulf
Abad ke-8, Beowulf  sebuah judul cerita yang ditulis dengan berlatar belakang negeri Skandinavia, merupakan karya seorang pujangga Anglo-Saxon yang tidak bisa dilupakan. Didalamnya dikisahkan seorang pahlawan dari Geat, sebuah peperangan melawan beberapa antagonis, dan adanya kehadiran seekor naga tak bernama. Beaowulf diisukan sebagai salah satu cerita fiksi tertua yang pernah dibuat. Setelahnya mungkin tidak asing terdengar seorang penyair terkenal, William Shakespeare pada Abad ke-16 dengan karyanya "A Midsummer Night's Dream"

Fantasi Modern

Perjalanan panjang genre fantasi terus berlanjut. Awal abad ke-20 menandai sebuah era baru literasi dengan keberadaan pola pikir baru yang lebih segar dan serasi dengan perkembangan zaman. Banyak karya yang bermunculan, rasa yang lama bersemi kembali, tumbuh kembang kecambah - kecambah baru dari sebuah tunas muda yang membuat para "Bibliophile" jatuh cinta pada kesekian kalinya.

J.R.R Toelkin, 3 Januari 1892 di Bloemfontei Afrika Selatan penulis kenamaan Britania Raya ini lahir. menginjak 4 tahun Toelkin bersaudara kehilangannya sosok Arthur, ayahnya. Setelahnya Ibunya memutuskan untuk pindah bersama mereka menuju Sarehole Tahun 1896. Hidup di desa memiliki kesan tersendiri untuk Toelkin, ada perbedaan dan pastinya ada beberapa hal yang baru yang begitu menarik diperhatikan oleh Toelkin kecil.

Mengintari desa dan menjelajahinya merupakan kesehariannya yang menyenangkan. Lingkungan hijau dan asri, suasananya menyejukan, Sarehole Mill dan Moseley Bog serta Clent Hills dan Lickey Hills adalah sekian tempat yang menghadirkan ilham terhadap fiksi - fiksinya dikemudian hari. Jangan lupa dengan tanah pertanian bibinya di Bag End.

Ketertarikan terhadap dongeng - dongeng dan kisah - kisah pahlawan. menjadi pilar bagi Toelkin untuk mengeksplorasi berbagai pehamanan kebahasaan yang lebih mendalam. Sepeninggal Ibunya setelah beberapa tahun bersama, pada akhirnya Toelkin dirawat oleh Romo Francis Xavier Morgan di Birmingham Oratory, di daerah Edgbaston, Birmingham. Pengaruh kuat lukisan - lukisan romantik abad pertengahan dan arsitektur victoria yang kerap kali dijumpainya ini memengaruhi Toelkin dan memperbaharui referensinya. 

Dimulai menjadi mahasiswa kesusastraan di Oxford, menjadi tentara remaja pada perang Dunia ke-1, membentuk "Klub Teh dan Perhimpunan Barrovian", menikmati liburan di Swiss, mengunjungi beberapa tempat di County Inggris, sampai pernikahannya dengan Istrinya, Edith, adalah sedikit dari pengalaman yang pernah dialami Toelkin di masa mudanya.

Tahun 1926, pertemuan awal Toelkin dan Lewis membuat semuanya mengarah ke suatu yang lebih jelas sekarang. Sebagai sesama penggiat cerita fantasi, dedikasi & kecintaan mereka menuju pada pembentukan kelompok The Inlink sebagai sarana para anggotanya untuk menikmati, menganalisa, dan membahas bersama cerita - cerita fantasi yang ada saat ini  juga yang mereka garap secara langsung.

Tahun 1937, Toelkin akhirnya menerbitkan buku fantasi mendahului Lewis, Buku ini berjudul "The Hobbit". Cerita ini mengisahkan seorang Bilbo Baggins yang mencintai rumah, dihadapkan oleh pencarian luar biasa terhadap harta karun yang dilindungi oleh seekor naga. Alur yang episodik, pengenalan karakter - karakter yang begitu beragam, dan perkembangan seorang Baggins menjadi sosok yang lebih bijaksana dan dewasa, dikemas begitu baik berlatarkan sebuah dunia imajinatif yang menyegarkan. 

Keberadaan novel ini, menyajikan keindahan baru dalam perkembangan genre fantasi pada masa itu. Lewis, beberapa lama saat itu merilis "The Lion" lalu "The Witch and The Wardrobe" yang diantaranya menyajikan dunia fantasi Narnia menyusul Tolkien. Perlombaan menyajikan cerita - cerita baru terus dilakukan mereka. 

Keberhasilan yang diakui sepanjang masa, pun akhirnya terwujud. "The Lord of The Rings" diterbitkan pada tahun 1954, dengan 3 volume, yakni "The Fellowship of The Ring", "The Two Towers", dan "The Return of The King". Trilogi ini membuat dunia fantasi yang ingin diciptakan oleh Toelkin menjadi utuh. Karya yang telah diakui setiap khalayak ramai membuat setiap pembacanya masuk dan hadir memandang langsung cerita imajinatif yang disusun begitu kompleks.

Saat Ini

Fantasi terus berkembang. Semenjak karya fenomenal Toelkin & Lewis pada zamannya, genre fantasi tidak berhenti di tempat, seiring derasnya arus pertumbuhan zaman, cerita - cerita baru terus hadir berdampingan tumbuh di berbagai tempat dan kalangan. "Harry Potter" oleh Jk Rowling, "Hunger Games" oleh Suzanne Collins. Para penulis baru dengan karya yang lebih beragam dan berwarna, semuanya tidak akan hilang sepeninggal Toelkin. 

Kehidupan literasi yang menyerap dalam berbagai kalangan menciptakan sosok - sosok yang dapat mewujudkan masa depan, untuk Dunia Realitas maupun Dunia Imajinatif. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indomie & Eksistensinya dibelakangnya

Doraemon: The Timeless Tale of a Robotic Cat Companion

Suhail & Sahal, serta Hubungannya dengan Pendirian Masjid Nabawi