Pareto & Kacang Polong

 


Pixabay

Gambar di atas itu namanya Kapri, Kamu tau?. Tumbuhan sayuran ini banyak dan mudah banget Kamu jumpai di pasar tradisional di Indonesia, bisa disebut juga Kacang Polong. Dari sini cerita yang akan kamu ketahui bukan seputar budidaya tanaman atau pemanfaatan dari Sayuran ini. Pareto yang tercantum pada judul di atas, dan Kacang Polong. Mereka punya sebuah hubungan.


Vilfredo Pareto

wikipedia


Tumbuh berkembang di Italia dengan nama lengkap Vilfredo Federico Damaso Pareto. Tahun 1848 menjadi tahun kebahagiaan bagi kedua orangtuanya, Rafaelle Pareto & Marie Metenier. Walaupun terdapat beberapa hal rumit terjadi pada keluarganya. Tapi Pareto, bisa dibilang mendapatkan lingkungan & fasilitas yang baik.Standar pendidikan yang tinggi, dimanfaatkannya dengan baik sehingga memperoleh gelar doktor di Universitas Politeknik Turin. 

Dia ini orangnya pinter banget. Seriusan. Tahun 1893, Pareto menggantikan Lẻon Walras dalam bidang Ekonomi Politik di Universitas Lausanne di Swiss. Hanya dalam beberapa waktu, penelitiannya segera menjadi terkenal dan dijadikan bahan studi bagi banyak orang. Distribusi Kekayaan yang secara sederhana ini menyatakan bahwa 20% Penduduk di Italia menguasai 80% dari total kekayaan properti Negara itu.

Kacang Polong 


Ini yang menarik. Hasil pengamatannya ini didasari dari Panen Kacang Polong dari kebunnya. Pareto, dia mendapati kalau jumlah kacang dalam tanaman Kaprinya itu nggak sama. Mungkin kalau ini Saya sih Bodo AMAT ya. Tapi cara pikir dari Pareto, dia ini beda. Hal kayak begitu malahan membuat perhatiannya terus tertuju pada tanaman ini, dan menambah daya tarik tersendiri untuk memperdalam pengamatannya.

Hasilnya?. Ya begitu. Terdapat pola yang unik & berasal dari sana, perhitungan pun dilakukan, sehingga menemukan standar persentase dalam pembuktiannya. Ternyata 20% dari tanaman Kapri atau Kacang Polong yang ditanam itu menghasilkan 80% kacang hasil panennya. Nah loh ternyata begitu ya?.
pareto principle/wikipedia

Dasar Ilmu Ekonomi makronya membuat ruang lingkup studinya menjadi lebih luas, Penasaran. Akhirnya pengamatan dilanjutkan pada Subjek yang berbeda, namun dengan prinsip yang bisa dibilang sama. Kecocokan pada hasilnya menyatakan bahwa Distribusi Kekayaan di masyarakat adalah sesuai dengan tren, yang mana segelintir populasi menguasai sebagian besar kekayaan.

Sedikit Usaha, Hasilnya Banyak


Pada kenyataannya Prinsip Pareto terus diuji coba untuk beberapa pengamatan yang lebih mikro dan terperinci. Bisnis, Sosial, Sales, Olahraga, Pengujian perangkat lunak, dan lain sebagainya. 

Dari aturan 80/20 inilah, prinsip pareto bisa kamu kaitkan ke berbagai aspek kehidupan, seperti:

  • 20 persen dari jumlah pelanggan menghaslkan 80 persen dari pendapatan usaha
  • 80 persen keluhan pelanggan berasal dari 20 persen produk atau layanan bisnis kamu.
  • 20 persen waktu yang kita pakai setiap hari berkorelasi terhadap 80 persen hasil produktivitas
(koinworks.com)

Ini menarik banget bukan?. Berarti Kamu bisa menghemat tenaga Kamu & secara bersamaan mendapatkan hasil yang lebih optimal. Dalam kehidupan sehari - hari menggunakan Prinsip Pareto. Asal kamu tau, ini bisa banget membuat keseharianmu tidak dipenuhi kesibukan yang padat dan berubah menjadi pola hidup yang lebih berkualitas. Ini Berarti 20% Usaha berkontribusi 80% mempengaruhi hidup Kamu.

20% Usaha itu Apa Aja sih?

Hehehe. Yang pastinya bukan berarti Kamu hanya berusaha setengah - setengah ya. Prinsip Pareto ini mengajarkan Kamu supaya bisa memaksimalkan usaha untuk hal - hal yang lebih penting dulu daripada yang biasa aja. Maksudnya diantara tugas - tugas kamu yang banyak banget itu pasti ada yang bener - bener itu penting banget dan memang berpengaruh banget sama hasil kerja Kamu. Nah, disini Kamu bisa memilah yang mana sih yang kudu Kamu utamain dan yang mana yang bisa ditunda atau bisa dipangkas aja gitu biar fokus kamu tertuju dengan baik.

 

id.pinterest.com/pin/628885535444905335/

Bisa juga kamu bentuk habit baru atau kebiasaan baru. Maksudnya itu, Alokasiin waktu yang sedikit itu yang 20% itu untuk membiasakan melakukan hal yang bener atau hal yang menurut kamu bakalan berpengaruh besar nantinya. Contohnya Kamu pengen tuh bisa masak, karena kamu nggak punya waktu luang yang banyak, ya udah, coba aja dari yang paling mudah dulu kayak baca - baca artikel masakan atau nonton tutorialnya, kalau abis itu bisa ditambah uji coba langsung masak dari menu yang paling gampang. Dilakuin terus dan dibiasain, akhirnya nanti titik temunya hasil yang lebih besar dari usaha kamu sebelumnya. Atau alokasiin Simpanan kamu 20% nya itu untuk diversifikasi atau di gunakan pada produk Investasi tertentu. Itu keren banget sih.


Kalau kamu sudah membaca sampai sini. Saya berharap Kamu dapat menemukan atau membentuk pola pikir menjadi lebih baik ya. 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indomie & Eksistensinya dibelakangnya

Doraemon: The Timeless Tale of a Robotic Cat Companion

Suhail & Sahal, serta Hubungannya dengan Pendirian Masjid Nabawi