Mengenal Apa itu "Emotional Intelligence" atau Kecerdasan Emosional?

Photo by ROMAN ODINTSOV from Pexels

 Jika ada orang yang selalu mengganggu kehidupan Kamu? Apa yang akan Kamu lakukan? Sikap seperti Apa yang akan Kamu tujukan saat berhadapan dengan orang tersebut?. Segala keputusan dan tindakan yang akan Kamu lakukan itu mencerminkan bagaimana tingkat Kecerdasan Emosional Kamu.

Tapi secara umum apasih Kecerdasan Emosional itu? dan seberapa penting itu bisa mempengarahui Kamu?.

Oke mari Kita bahas.

Apa Itu?

Kecerdasan emosional (bahasa Inggrisemotional quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya (wikipedia)

Dari sini aja Kamu udah bisa tau tujuan, fungsi, dan manfaat yang akan Kamu dapatkan jika mempelajari hal ini. Sesederhana itu ya. 

Secara terminologi  keliatannya gitu-gitu aja, sederhana. Asalkan bisa mengontrol emosi, dan melakukan pengendalian diri, sebatas itu Kamu bisa banget menjadi Cerdas secara Emosional. Tapi gimana dengan penerapannya ya? Apa memang sesingkat dan sesederhana definisinya?.

Hehe..

Nggak semudah itu. 

Walaupun Kamu mendeklarasikan diri sebagai orang paling sabar se-Indonesia, apakah itu bisa membuat Kamu bisa menilai karakter seseorang? Memahami perasaan Kamu & orang lain? lalu tetap merasa bahagia. Atau bukan berarti punya pacar/pasangan yang banyak serta bisa memanipulasi orang lain, berarti kecerdasan Emosionalnya juga tinggi ya. Bisa aja sih, Tapi dalam makna yang lain sepertinya.

Kecerdasan Emosional atau Emotional Intelligence adalah konsep psikologi yang mulai berkembang secara pesat akhir abad ke-20. Bentuk dari pengendalian diri dan orang lain secara subjektif melalui perasaan, Orang yang memiliki tingkat Kecerdasan Emosional yang tinggi cenderung juga Humanis atau pada dasarnya sadar & sepenuhnya memahami bagaimana kondisi dirinya sendiri, serta penuh empati sampai begitu memahami dan peka dengan kondisi Emosional orang lain.

Perkembanganya..

Edward Thorndike  pada 1930an mengembangkan konsep "Kecerdasan Sosial" sebagai kemampuan untuk bergaul dengan orang lain David Wechsler juga mengusulkan tentang berbagai komponen yang membentuk kecerdasan yang efektif dalam meningkatkan tingkat kesuksesan seseorang.

Lalu tahun 1950an, Abraham Maslow memperkenalkan pemikiran Psikologi Humanistik, Bagaimana cara membangun taraf kehidupan dibawah pangkuan Kekuatan Emosional, Ini menarik banget. 

Setelah itu terus-menerus berkembang. Hingga Kepopulerannya meningkat pesat di tahun 1995 pada saat buku Daniel Goleman di Publikasikan. Yakni, "Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ"

Berikutnya Tentang "Teori Maslow"

Teorinya mulai menjadi makalah pada tahun 1943 berjudul "A Theory of Human Motivation". Konsepnya ini menjelaskan mengenai Hirarki Kebutuhan yang menjadi sandaran bagi setiap orang. Di Dalamnya menggambarkan bahwa seseorang akan memulai untuk memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu sebelum meningkat kepada kebutuhan yang lainnya yang lebih maju.

 Kenapa sih ini bisa dikaitkan dengan Kecerdasan Emosional?. 
"Apa yang seorang pria bisa lakukan, dia harus lakukan" Ucap Maslow, ini terkait kepada kebutuhan yang dimiliki seseorang untuk mencapai potensi penuhnya sebagai manusia.

verywell

 Hirarki ini cukup sering digambarkan sebagai piramid. Pada dasarnya kebutuhan manusia dimulai dari kebutuhan fisik yang berupa makanan, minuman, istirahat/tidur, kehangatan dsb.

Setelahnya itu berlanjut menjadi kebutuhan Psikologis. Kenyamanan, Hubungan Sosial, Keluarga, Cinta, Persahabatan, Keintiman, dan lain yang serupa.

Lalu berlanjut pada yang lebih tinggi, seperti Harga Diri & Aktualisasi Diri.

Tentunya Konsep tentang Teori Maslow ini tidak serta merta diterima semua orang, terutama yang berkecimpung pada bidang Psikologi itu sendiri, seperti kenapa Harga Diri ini lebih penting atau memiliki tingkat yang lebih tinggi daripada Cinta?. 

Tapi Walaupun begitu, ini bisa membuktikan loh. Kalau ternyata ada pemikiran yang menyatakan kalau Tingkat Psikologis seseorang itu menjadi kebutuhan untuk mencapai taraf kualitas hidup yang lebih baik.

Punya Saran yang Bisa Meningkatkan Kecerdasan Emosional?

Ada kok sarannya.

  1. Coba Belajar Mendengarkan & Menerima 
Bisa nggak Kamu terima diri Kamu sendiri & Orang-orang yang ada di sekitar Kamu?. Lebih sering mendengarkan Orang lain sebelum ingin didengarkan.

     2. Coba Mulai Berempati ya

Memposisikan diri Kamu layaknya lawan bicara Kamu. Bagaimana rasanya ya kalau Kamu berada di posisi orang tersebut?.

    3. Bercermin & Mencerminkan

Kamu yang selalu benar di setiap situasi dan kondisi. Apa memang benar begitu? Apa itu juga yang orang lain saksikan dari Kamu ya?. Pernah nggak Kamu mencoba mengerti orang lain atau Bertanya Kenapa mereka bersikap begitu? 

CUKUP DISINI.

Ya, karena pengetahuan Saya ece-ece jadi nggak bisa panjang-panjang ya. Kecerdasan Emosional pokoknya itu tentang bagaimana Kamu bisa mengelola perasaan Kamu dan begitu pula bagaimana cara menanggapi prilaku orang lain. Yang paling mengerti tentang ini seharusnya diri Kamu sendiri sebelum Orang lain. Sudah sepatutnya Kamu mulai membuka diri untuk lebih menyadari Apa aja sih yang kamu rasakan dan orang lain rasakan juga, itu untuk saling menghargai sih. Tapi Selain itu bisa juga untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik ya.

“Ketahuilah bahwa dalam jasad manusia ada segumpal daging, jika baik maka baiklah seluruh anggota dan jika buruk maka rusaklah seluruh anggota, ketahuilah itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indomie & Eksistensinya dibelakangnya

Doraemon: The Timeless Tale of a Robotic Cat Companion

Suhail & Sahal, serta Hubungannya dengan Pendirian Masjid Nabawi